Jika kamu berhasil teruslah berkarya, jika kamu gagal teruslah berkarya, jika kamu bosan teruslah berkarya,apapun kondisinya tetap berkarya....

Thursday, 6 August 2015

"Mencari Tapake Kuntul Mabur

Filosofi "Mencari Tapake Kuntul Mabur"
AJARAN Kejawen itu sarat dengan beraneka filosofi (kata-kata kiasan/sanepan). Salah satu kata-kata kiasan yang sering didengar adalah "Golekana tapake kuntul mabur" (carilah telapak kaki bangau yang terbang). Cobalah Anda melihat bangau yang sedang terbang. Apakah Anda bisa melihat telapak kakinya? Meskipun Anda berkeliling kemanapun, tidak akan pernah melihat telapak kaki bangau jika si bangau sedang terbang. Orang Jawa sendiri menyebut kata-kata seperti itu adalah sanepan. Meski terlihat remeh, namun kata-kata tersebut cenderung memiliki arti yang dalam. Kata-kata sanepan tersebut termasuk ke dalam Ilmu kasampurnan. Untuk mencari makna kata-kata tersebut harus dicari dengan cara tirakat dan lelaku. Agar bisa menggayuh sanepan "Golekana tapake kuntul mabur" tadi, sangatlah perlu mengosongkan keinginan dan pikirannya. Pelajaran yang dapat diambil dari filosofi bangau yaitu, bangau adalah jenis burung yang kemampuannya hanya bisa terbang. Kalau kita lihat bangau itu bisa terbang tanpa ada yang menyangganya. Lalu siapa yang menyangganya? Kalau manusia bisa mengosongkan diri dari semua yang berkaitan dengan kehidupan, jangankan harta, derajat dan pangkat, bahkan pegangan kehidupun pun harus dilepaskan jika manusia itu ingin mengetahui diri pribadi dengan sendirinya, meskipun tidak ada yang memberi petunjuk. Hal itu ibarat burung bangau yang bisa terbang tanpa ada yang menyangga. Jika manusia mencarinya, maka manusia tadi bisa berkata,"aku bisa merasakan ada yang memberitahu diriku meskipun tidak ada yang memberitahu karena aku sudah mengosongkan diri dari semua keinginanku, aku juga bisa merasakan bahwa aku ini tidak mempunyai apa-apa. Dan aku tidak mengetahui apa-apa. Aku ini bukanlah apa-apa, tetapi aku ini ada". Telapak kaki burung bangau itu sebenarnya ada kalau ia mendarat. Tetapi kalau sedang terbang, pasti kita setengah mati untuk mencarinya. Itu merupakan sebuah simbol bahwa GUSTI ALLAH itu ada, tetapi kita tidak bisa melihatnya. Oleh karena itu, kalau kita sudah sampai pada rasa seperti itu, maka kita sudah memasuki kawruh tentang GUSTI ALLAH. Kita akan tahu ternyata GUSTI ALLAH yang memberitahu, membuat kita memiliki apa-apa, bahkan GUSTI ALLAH yang membuat kita menjadi tahu apa-apa. GUSTI ALLAH juga menjadikan kita menjadi ada, dari tidak ada dan akan menuju ke ketiadaan. Filosofi "Golekana Tapake Kuntul Mabur" tadi sebenarnya adalah rasa pasrah pada GUSTI ALLAH. Rasa kepasrahan pada GUSTI ALLAH itu adalah dengan cara manembah pada GUSTI ALLAH tan kendhat rino kelawan wengi" dan memberi pertolongan kepada sesama makhluk hidup, saling berbagi serta saling mengasihi sesama.(*
Chord

SEBAIK-BAIK PERHIASAN DUNIA?

CIRI-CIRI WANITA SOLEHAH MENURUT AL-QURAN Posted on 19.49 by Fauziah Waruhu | 61 comments CIRI-CIRI WANITA SOLEHAH MENURUT AL-QURAN Animasi wanita solehah siapakah wanita sholehah yang slalu di damba oleh setiap pria, dan bagaimana ciri-cirinya ?? baiklah akan saya ambilkan dari ayat al-qur'an dan tafsir nya tentang siapa dan bagaimana ciri-ciri wanita sholehah ;-) Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ "Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka." (An-Nisa: 34) Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma'ruf lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya. "Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya, karena itulah Allah berfirman: "Wanita shalihah adalah yang taat," yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada." Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian, pen.), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya." (Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177) Ada kisah Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menghadapi permasalahan dengan istri-istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyatakan kepada Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam: عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تآئِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سآئِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا "Jika sampai Nabi menceraikan kalian, mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, muslimat, mukminat, qanitat, taibat, 'abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis." (At-Tahrim: 5) Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan beberapa sifat istri yang shalihah yaitu: a. Muslimat: wanita-wanita yang ikhlas (kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala), tunduk kepada perintah Allah ta'ala dan perintah Rasul-Nya. b. Mukminat: wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta'ala c. Qanitat: wanita-wanita yang taat d. Taibat: wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka. e. 'Abidat: wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala (dengan mentauhidkannya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam Al-Qur'an adalah tauhid, kata Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma). f. Shoimat: wanita-wanita yang berpuasa. (Al-Jami' li Ahkamil Qur'an, 18/126-127, Tafsir Ibnu Katsir, 8/132) Istri-istri sholehah bisa kita rinci dengan lainnya yang Akan Q ambil keterangan-keterangannya dari hadis, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan: إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ "Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai." (HR. Ahmad 1/191) 1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى "Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: "Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha." (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.) 2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya. 3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma' bintu Yazid radhiallahu 'anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?" Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: "Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami)." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ "Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya." (HR. Ahmad 6/456,) 4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ "Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya". (HR. Abu Dawud no. 1417.) 5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta' (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ "Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya". (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026) 6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur." Ada yang bertanya kepada beliau: "Apakah mereka kufur kepada Allah?" Beliau menjawab: "Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: "Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali." (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah bersabda: لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ "Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya." (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa.) Istri-istri sholehah bisa kita rinci dengan lainnya yang Akan Q ambil keterangan-keterangannya dari hadis, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan: إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ "Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai." (HR. Ahmad 1/191) 1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى "Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: "Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha." (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.) 2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya. 3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma' bintu Yazid radhiallahu 'anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?" Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: "Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami)." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ "Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya." (HR. Ahmad 6/456,) 4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ "Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya". (HR. Abu Dawud no. 1417.) 5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta' (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ "Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya". (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026) 6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur." Ada yang bertanya kepada beliau: "Apakah mereka kufur kepada Allah?" Beliau menjawab: "Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: "Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali." (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga pernah bersabda: لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ "Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya." (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa.)
Chord
Saturday, 22 March 2014

INTI AJARAN SYEIKH 'ABDUL QADIR AL-JAILANI



Inti dari ajaran Sultonul'auliya Syeikh 'Abdul Qadir Al-Jailani
Muhammad Hasan Al-Homshi, sang penulis, cukup banyak memaparkan tentang inti ajaran Syekh Abdul Qadir. Ajaran beliau berangkat dari kegelisahannya melihat umat Islam yang senantiasa melakukan shalat, puasa, dan pergi haji, tapi semakin jauh dari nilai-nilai luhur Islam. Untuk itu, Syekh Abdul Qadir menyimpulkan bahwa permasalahannya berasal dari dalam diri manusia.
Syekh Abdul Qadir juga mengkritik praktik Islam warisan. Bagaimana pun, berislam tidak bisa diperoleh melalui warisan dan simbol-simbol fisik seperti bersarung lengkap dengan baju Koko dan Kopiah. “Beragama Islam artinya memasrahkan dirimu (lahir-bathin) kepada Allah, dan menyerahkan kalbumu semata-mata kepada-Nya,” begitulah sabda Rasulullah yang mengilhami Syekh Abdul Qadir.
Untuk itu, ada 2 hal yang melandasi inti ajaran Tarekah Qadiriyah ini, yaitu:
  1. Berserah diri (lahir-bathin) kepada Allah. Seorang muslim wajib menyerahkan segala hal kepada Allah, mematuhi perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.
  2. Mengingat dan menghadirkan Allah dalam kalbunya. Caranya, dengan menyebut Asma Allah dalam setiap detak-nafasnya. Bagaimana pun, dzikrullah adalah suatu perbuatan yang mampu menghalau karat lupa kepada Allah, menggerakan keikhlasan jiwa, dan menghadirkan manusia duduk bertafakur sebagai hamba Allah. Hal ini merujuk pada hadist riwayat Ibnu Abid Dunya dari Abdullah bin Umar berikut:
    Sebenarnya setiap sesuatu ada pembersihnya, dan bahwa pembersih hati manusia adalah berdzikir, menyebut Asma Allah, dan tiadalah sesuatu yang lebih menyelamatkan dari siksa Allah kecuali dzikrullah.
Kedua hal ini, menurut Syekh Abdul Qadir, akan membawa seorang manusia senantiasa bersama Allah. Sehingga segala aktivitasnya pun bernilai ibadah. Lebih lanjut, beliau juga menandaskan bahwa keimanan ini merupakan landasan bagi terwujudnya tatanan sosial yang lebih baik lagi. Lebih jauh, sebuah tatanan negara yang Islami dan memenuhi aspek kebaikan universal.



Chord

I LIKE PROBLEM

Lama gak bikin postingan di blogg, searang pengen corat-coret laagi yang mudah-mudahan ada manfaatnya. Kali ini Saya ingin share tentang perjalanan hidup yang penuh liku-liku dan  misteri. Hidup penuh masalah, karena memang hidup adalah perpindahan dari satu masalah ke masalah yang lainnya. Tasalahak ada masalah berarti gak hidup hadapi saja. Sekarang bukan masalahnya tapi bagaimana menyikapi masalah tersebut agar bisa mencari solusinya. Manusia diberi ujian atau masalah sudah di ukur sesuai kadar kemampuan masing-masing.
Dengan adanya masalah orang akan bertambah dewasa dan tahan uji, so I like Problem.
Chord
Monday, 10 March 2014

SEKARANG

KARANG adalah waktu yang tepat untuk memulai segalanya. Tak ada kata terlambat untuk memulai segalanya, sudah lama Saya tidak memosting di blog, makanya untuk memulainya lagi saya memberi judul SEKARANG bukan kemarin atau besok tapi sekarang adalah wakyu yang tepat untuk memulai segalanya. Tak ada istilah terlalu muda atau terlalu tua apa lagi terlambat. Apapun yang ingin Anda lakukan sekarang adalah waktu yang tepat.
Chord
Thursday, 16 May 2013

MENUJU SUKSES, KAYA MATERI & KELUARGA BAHAGIA



Orang mukmin yang paling sempurna imannya yaitu orang yang paling baik budi pekertinya diantara mereka, dan orang yang paling baik diantara kamu sekalian yaitu orang yang paling baik terhadap istrinya.
            Kesuksesan sejati adalah semakin sukses dalam karier diikuti dengan semakin mencintai istri dan anak-anak. Namun banyak yang sukses dalam karir, semakin jauh dengan istri dan keluarga, yang lebih parah adalah semakin sibuk menambah istri.



Chord

FAKIR ITU SANGAT DEKAT DENGAN KEKUFURAN

FAKIR ITU SANGAT DEKAT DENGAN KEKUFURAN

Fakir sangat dekat dengan kekufuran. HR.Al-Baihaki

           
FAKIR ITU SANGAT DEKAT DENGAN KEKUFURAN
Rasulullah Saw, banyak menyebutkan do’a-do’a agar terhindar dari sifat malas dan kefakiran seperti “Allahumma inni a’udzu bika min al-jubni wa al-faqri” (Ya Allah, sesungguhnya aku minta perlindungan-Mu, agar aku terhindar dari kondisi stagnan-pasif, tidak berkembang dan kefakiran). Namun doa tanpa usaha adalah sia-sia, doa minta rezeki akan mendorong semangat bekerja agar lebih giat, lebih kreatif dan lebih inovatif, dan doa berguna agar hatinya lebih tenang, karena setiap tetes keringat akan bermakna ibadah.
            Kebanyakan manusia tidak menyukai apabila dirinya jatuh fakir atau miskin. Sebenarnya semua orang mengetahui sebab akibat untuk menghindari agar tidak menjadi miskin, yaitu harus bekerja. Siapapun orangnya entah islam, Nasrani,Yahudi atau siapa sajalah asal rajin dan ulet bekeja dialah yang berhasil.
            Cara mengatsi kefakiran adalah dengan mengasah atau melatih kemampuan membaca peluang usaha dan berani berkorban untuk mencobanya. Allah menciptakan manusia sebagai makhluk terbaik dimuka bumi, menghendaki agar semua manusia itu dalam keadaan selalu baik. Manusia harus mau introspeksi, barangkali masih ada yang salah dalam berusaha, bisa  kurang ilmunya bisa kurang ahli atau kurang professional, jalan keluarnya adalah belajar dan berlatih agar menjaqdi ahli. Program tuhan selalu lebih baik daripada program manusia, semua yang ada adalah semi kebaikan manusia, janganlah merasa jauh dengan Tuhan. Setiap mausia adalah khalifah yang berkewajiban nmengubah dunia ini menjadi tanggung jawab manusia.
            Keberadaan khalifah tidak boleh terpuruk, pasif tidak bergerak dan tidak menghasilkan apapun. Kalau keadaan fakir dan miskin bagaimana akan mengarungi dunia ciptaan Allah. Orang fakir akan selalu murung seakan tidak menerima takdir. Dia akan menuduh Allah itu tidak adil, dan mengatakan bahwa rezeki Allah tidak merata. Dia akan jauh dari rasa syukur.
            Mari kita ubah sikap murung menjadi ceria, kita ubah sikap pasif menjadi dinamis dan produktif. Kita rubah kefakiran menjadi berlimpah harta, dengan cara mengasah membaca peluang. Kita ubah rasa kufur menjadi rasa syukur atas nikmat yang tanpa batas yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Orang kufur itu ibarat seorang budak yang tidak tau terima kasih pada tuannya.
            menjadi rasa syukur atas nikmat yang tanpa batas yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Orang kufur itu ibarat seorang budak yang tidak tau terima kasih pada tuannya.
            Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari malas, miskin, dan fakir, dan berilah kami kemampuan dan kemauan bekerja untuk bekerja keras.
“Lebih mudah mengatakan daripada mengerjakan”.
(Anonymous) 


Chord

MENJADI ORANG KAYA TIDAK DILARANG AGAMA

MENJADI ORANG KAYA TIDAK DILARANG AGAMA



MENJADI ORANG KAYA TIDAK DILARANG AGAMA

Janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi.
           
            Orang yang celaka adlah orang yang hanya menumpuk harta kekayaan dan tidak mau menginvestasikan, mendirikan perusahaan atau membuka lapangan usaha, agar orang lain bisa menikmati hasil dari kekayaan tersebut, demikian penjelasan  Adiwarman Karim.



Chord
Saturday, 13 April 2013

PERBEDAAN PROFESI AGAR MANUSIA TOLONG-MENOLONG

PERBEDAAN PROFESI AGAR MANUSIA TOLONG-MENOLONG


Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat (beda kemampuan, beda keahlian), kecuali orang-orang yang diberi rakhmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Tuhan menciptakan mereka. QS.Hud [11]: 118-119




Chord
Friday, 22 March 2013

MENELUSURI SELURUH PENJURU DUNIA

Chord

BELAJAR DARI HIJRAH NABI MELIHAT PELUANG & MEMBUAT PERUBAHAN



BELAJAR DARI HIJRAH NABI MELIHAT PELUANG & MEMBUAT PERUBAHAN
 
Nabi Muhammad Saw, sangat cerdas karena mampu membaca peluang dan tidak kehilangan arah, saat kondisi sangat tertekan, justru menemukan peluang yang sangat menjanjikan, yaitu hijrah ke madinah.
            Maknanya adalah, bahwa kita harus mampu mambaca peluang, dan selalu mengambil manfaat dalam segala situasi dan kondisi.
            Kebanyakan orang kalau tertimpa musibah, justru terlena oleh romantisme kesedihan, dan kehilangan semangat untuk robah keadaan.

Chord
Monday, 18 March 2013

EXCELENT SERVICE MENGEDEPANKAN MUTU LAYANAN



EXCELENT SERVICE
MENGEDEPANKAN MUTU LAYANAN
“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepadaMu-lah kami mohon pertolongan.”  QS.Al-Fatihah [1]: 4

            Manusia harus mendahulukan penyembahan terhadap Allah Swt, secara ikhlas dan tulus., setelah sempurna baru minta pertolongan kepada Allah Swt. Al-Qur’an, memberikan isysarat kepada para manusia, bahwa manusia harus mendahulukan pelayanan, mendahulukan service, mendahulukan kepuasan pelanggan, menjaga kualitas barang demi pelanggan, menghormati para pelanggan, setelah pelanggan merasa telah terpuaskan baru kita memikirkan keuntungan.

Chord

PERMASALAHAN ADALAH SEBUAH PELUANG



PERMASALAHAN ADALAH SEBUAH PELUANG
“Dan bersabarlah atas sesuatu (kesusahan) yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (Allah)” QS.Lukman[31]:17
            Sabar dan tabah menghadapi segala permasalahan adalah bunga kehidupan. Setiap manusia yang hidup di dunia, pasti mempunyai masalah sendiri-sendiri. Bahkan  Charles Darwin sipenemu teori evolusi, menyimpulkan bahwa hidup adalah perjuangan mengatasi kompleknya masalah (Struggle of live). Barang siapa yang mampu sabar dan mampu bertahan, maka akan mampu untuk melangsungkan kehidupanya di dunia (survive of the fittes).
            Ada sebagian orang, apabila mendapatkan pemasalahan akan dimasukan dalam hati, dan selalu diingat sehingga menghantui kehidupannya, sehingga selalu murung, mudah tersinggung. Kesedihan seperti itu kalu dibiarkan terus mengeram dalam hati akan menjelma jadi penyakit. Berarti masalah harus segera diatasi, dan bukan dihindari, sebab meng hindari masalahberarti akan menumpuk-numpuk permasalahan ynag belum terpecahkan.
            Menurut  Mario teguh pemilik Exnal Business Bulletin, bahwa rasa resah karena adanya masalah, dapat digunakan dalam dua hal pokok:
1.      Lebih sering digunakn oleh banyak orang, adalah digunakan untuk merasa kecil, minder, merasa lemah, merasa tidak penting, merasa rendah, terbuang, atau bahkan merasa tidak perlu hidup lagi.
2.      Keresahan itu digunakan untuk membuat diri lebih alert, siaga, sigap, bergerak cepat, dan digunakan untuk bekerja dengan lebih sungguh-sungguh.
3.      Kosultasi segala permasalahan kepada Yang Maha Mengatasi masalah, pada malam hari perlu bangun malam, untuk berkomunikasi dengan Allah atas masalah tersebut. Ingat, rencana Allah selalu lebih bagus.
Ya Allah, mulai detik ini, kami minta kepada-Mu agar kami bisa memanfaatkan masalah menjadi peluang dalam kehidupan.

Sebaiknya Anda mencari kesulitan-kesulitan yang lebih besar, semakin banyak  kesulita-kesulittan yang dapat diatasi, semaking banyak keuntungan yang anda dapat.
(Dj.Schwartz)

EXCELENT SERVICE
Chord